Monday, March 12, 2012

Anas Siap Digantung di Monas


REBABO.com - Sumpah Anas Urbaningrum untuk di gantung di MONAS jika benar-benar terbukti korupsi mengingatkan saya pada saat kejadian melakukan investigasi suatu kasus hubungan gelap. Pada saat integorasi bersama satpam perusahaan, saat di tanya satpam “apakah benar kau menghamili pacarmu”? ‘ Bukan saya pak jawab pemuda itu’ kemudian satpam bertanya lagi ‘yakin bukan kamu yang menghamili? ‘yakin pak bukan saya’ , setelah alotnya investigasi karena sang pemuda tidak mau mengakui perbuatannya tiba-tiba ‘gubrak’ satpam memukul meja, ‘ sekali lagi saya tanya benar gak kau yang menghamili?’ tanya satpam dengan muka sanggar dan marah, karena merasa di tekan dan si pemuda menjawab ” Sumpah pak jika saya yang menghamili pacar saya boleh gantung saya di POKOK SAWIT” dan seketika itu saya bersama satpam terdiam sejenak dan tertegun mendengar sumpah si pemuda, dan beberapa saat kemudian satpam menghadirkan sang gadis yang hamil telah hamil 3 bulan dan kemudian di pertemukan dengan sang pemuda. Kemudian satpam bertanya kepada sang gadis ” benarkah pemuda di depanmu ini yang menghamilimu? dan sang gadis menjawab ‘ benar pak dia pacar saya’ sambil menunjuk ke arah pemuda tersebut, selanjutnya satpam bertanya lagi ‘ berapa lama kalian berhubungan dan di mana saja kalian berhubungan? sang gadis menceritakan semua kronologis kejadian dan lama waktu berhubungan dan dimana saja. Setelah mendapat penjelasan tersebut satpam kemudian mengancam si pemuda jika tidak mengaku dan tidak bertanggungjawab akan di keluarkan dari perusahaan dan dilaporkan ke polisi atau akan di penjarakan. Akhirnya pemuda tersebut mengakui dan bertanggung jawab dengan menikahi gadis yang telah di hamili.

Cerita di atas mungkin ada persamaan dengan Sumpah Anas Urbaningrum yang sama-sama minta di gantung jika terbukti bersalah hanya bedanya yang satu minta di gantung di MONAS dan yang satu minta digantung di POKOK SAWIT. Dan sumpah itu terucap di saat dilakukan tekanan begitu hebat mendera terhadap pemuda tersebut dan kemungkinan besar juga hal itu berlaku dengan Anas Urbaningrum.

Di lain pihak bagaimana Angie dengan begitu tenaganya menjawab pertanyaan hakim namun di jawab dengan fakta yang berbeda (kasus kepemilikan blackberry). Apakah angie berbohong, ngakalin atau NGIBULIN tapi saya rasa cerita ini Angie ngibulin publik hampir sama sengan cerita waktu saya SMA punya temanyang bersekolah di STM yang orang tuanya kaya raya dan toke kopra. Gaya hidup teman saya yang hedonis dan suka foya-foya namun untuk mendapatkan gaya hidup yang hedonis, dia selalu membohongi dan ngibulin orang tuanya untuk memberikan sejumlah uang untuk sekolah namun hanya di gunakan untuk foya-foya dengan berbagai alasan uang SPP lah, beli buku, praktek lapanglah dan sebagainya tapi orang tuanya terus mengirimkan uang sebanyak yang di minta, ini di karenakan orang tuanya tidak tamat SD sehingga tidak mengerti tentang biaya-biaya kebutuhan sekolah. Ini terus berlangsung selama 3 tahun tapi teman saya lebih banyak bolos daripada sekolah dan hanya bersekolah selama di kelas 1 STM dan akhirnya teman saya tersebut tidak berhasil menamatkan sekolahnya.

Cerita mungkin ada persamaan dengan Angie yang gaya hidupnya hedonis konon kabarnya untuk belanja online saja satu hari pernah menghabiskan 1 milyar, sehingga untuk memenuhi kehidupan yang hedonis di perlukanlah cara ngibulin dan kebohongan.

Mungkin tepat jika Anak moNAs di singkat ANAS dan Anak NGIbulin di singkat ANGIE

Sumber : http://politik.kompasiana.com/2012/03/12/anak-monas-dan-anak-ngibulin/

No comments:

Post a Comment